Pages

Dengan Menyebut Nama-Mu Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Dengan Menyebut Nama-Mu Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU"


Friday, February 8, 2008

Penggunaan Dan Pengertian Istilah-Istilah Cinta (5)

41. Ar-Rasis (teguh, tegar)
Banyak orang yang menggunakan kata ini untuk penyebutan kekuatan hawa nafsu (rasîsul hawa), keteguhan cinta (rasîsul hubbi) dan kekuatan rindu (rasîsusy syauq). Dan mereka menyangka bahwa kata ini merupakan istilah cinta, padahal bukan sama sekali. Ar-Rasîs berarti sesuatu yang teguh dan tegar. Dan rasîsul hubbi berarti keteguhan cinta dan keabadiannya.

42. Ad-Dâ`ul Mukhamir (penyakit yang merasuk)
Istilah ini menjelaskan tentang sifat cinta, karena cinta itu membuat antara hati dan jiwa saling merasuk atau saling bercampur.

43. Al-Wuddu (cinta yang tulus)
Kata Al-Wuddu bermakna cinta yang tulus, lembut dan suci. Kedudukannya dengan cinta sebagaimana kedudukan lemah lembut dengan kasih sayang.

44. Al-Khullah (cinta yang satu)
Al-Khullah memiliki arti cinta yang satu. Al-Khalil berarti menjadikan cintanya hanya untuk satu orang yang dicintainya, yaitu yang tidak menerima persekutuan. Oleh sebab itulah Al-Khullah ini hanya dikhususkan untuk Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisâ yang artinya
“Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya”
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengambil aku menjadi kesayangan-Nya, sebagaimana Dia mengambil Ibrahim sebagai kesayangan-Nya”. (HR. Muslim)

45. Al-Khilmu (sahabat)
Kata Al-Khilmu diambil dari kata Al-Mukhalamah yang berarti persahabatan atau kasih sayang.

46. Al-Gharâm (cinta yang dibutuhkan)
Kata Al-Gharâm bermakna cinta yang dibutuhkan. Bila dikatakan rajulun mughramun bil hubbi, maka berarti orang itu membutuhkan cinta.

47. Al-Huyâm (sangat dahaga)
Dalam kitab Ash-Shahhah disebutkan bahwa kata Al-Huyâm memiliki arti yang sangat luas dengan kerinduan atau yang lainnya. Dikatakan qalbun mustahamun berarti hati yang sangat haus dengan cinta. Dan kata Al-Huyyam mempunyai arti seperti orang gila karena cinta.

48. At-Tadliyah (gila, linglung)
Kata At-Tadliyah dalam kitab Ash-Shahhah berarti kehilangan akal atau gila karena cinta.

49. Al-Walahu (tidak waras, bingung)
Kata Al-Walahu memiliki arti, hilangnya akal atau menjadi tidak waras disebabkan oleh cinta. Bila dikatakan, “Naaqatun waalihun”, maka berarti unta itu sangat sayang kepada anaknya.

50. At-Ta’abbud (penghambaan)
Kata At-Ta’abbud berarti penghambaan. Dimana hal itu merupakan tujuan akhir (puncak) dari sebuah cinta dan sebuah ketundukan. Bila dikatakan, “Abbadahul hubbu” maka berarti ia diperbudak oleh cinta. Dan jika dikatakan, “Thariqun Mu’abbadun”, maka berarti jalan yang sering dilalui oleh kaki. Begitu pula keadaan orang yang sedang mencinta, ia akan selalu diperbudak dan diperhamba oleh cinta. Maka tingkatan ini tidak boleh diberikan kepada seorang pun kecuali kepada Allah SWT.

Sumber dari: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (Mukhtashar Raudhatul Muhibbîn - Taman Orang-orang Jatuh Cinta)

No comments: