Pages

Dengan Menyebut Nama-Mu Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Dengan Menyebut Nama-Mu Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII 'ALAA DIINIKA "WAHAI YANG MEMBOLAK-BALIKKAN HATI, TEGUHKAN HATIKU PADA AGAMA-MU"


Tuesday, April 15, 2008

Tiga Pertanyaan

Ini adalah sebuah kisah yang penuh hikmah. Aku dapat di sebuah situs internet tapi aku lupa lagi nama situsnya. Semoga menjadi renungan untuk kita semua dan menambah keyakinan kita kepada Rabb kita yang Maha Segalanya.

Ada seorang pemuda yang sudah lama menuntut di Amerika telah kembali ke tanah air. Setibanya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, ustadz atau siapapun yang mampu menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda: "Anda siapa? Dan apakah Anda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?"
Ustadz: "Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan Anda."
Pemuda: "Anda yakin? Sedangkan profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya."
Ustadz: "Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya".
Pemuda: "Saya mempunyai 3 buah pertanyaan, 1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkan wujud Tuhan kepada saya?; 2. Apakah yang dinamakan takdir?; 3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berpikir sejauh itu?"

Tiba-tiba ustadz tersebut menampar pipi si pemuda itu dengan keras.

Pemuda itu (sambil menahan sakit): "Kenapa Anda marah kepada saya?"
Ustadz: "Saya tidak marah... Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya".
Pemuda : "Saya sungguh tidak mengerti".
Ustadz: "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit".
Ustadz: "Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada?"
Pemuda: "Ya"
Ustadz: "Tunjukkan pada saya wujud sakit itu!"
Pemuda: "Saya tidak bisa..."
Ustadz: "Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya".
Ustadz: "Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?"
Pemuda: "Tidak".
Ustadz: "Apakah pernah terpikir oleh Anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?"
Pemuda: "Tidak"
Ustadz: "Itulah yang dinamakan takdir"
Ustadz: "Dibuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?"
Pemuda: "Kulit"
Ustadz: "Dibuat dari apa pipi Anda?"
Pemuda : "Kulit"
Ustadz: "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda: "Sakit"
Ustadz: "Walaupun syetan terbuat dari api dan neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syetan".

Renungkanlah...

No comments: